Article

Fumigation

Fumigasi adalah suatu cara perlakuan untuk mengendalikan atau membunuh hama dengan Zat yang pada fase gas bersifat racun (Toxic). Fumigasi merupakan lanjutan bila Pest Control sudah tidak mungkin dilakukan. Acuan dasar prosedur Fumigasi antara lain ;
  1. Hapus Tikus dan serangga di Bandara dan pesawat Udara KKP Jakarta.
  2. Standar Internasional Badan Karantina Pertanian.
Kelebihan Fumigasi dan batas Garansi :
  1. Memiliki daya bunuh yang tinggi dan cepat.
  2. Dapat membunuh seluruh hama.
  3. Tidak meninggalkan residu dan mengotori barang yang di Fumigasi.
  4. Dapat dilakukan pada keadaan temperatur yang berbeda-beda.
  5. Merupakan salah satu cara bila cara lain tidak dapat digunakan.
  6. Tidak dapat mencegah masuknya kembali (Re-Infestasi) hama
  7. Memerlukan penanganan khusus mengingat daya bunuh fumigan sangat tinggi
  8. Membutuhkan Fumigator yang berpengalaman dan ber-Sertifikat.
Hama sasaran Fumigasi :
  1. Kutu Buku/kertas (Lippocelis spp)
  2. Stegobium Paniceum (Kumbang Biscuit) 
  3. Sitophilus spp (Kumbang Beras)
  4. Tribolium spp (Kumbang Tepung)
  5. Tikus (semua jenis)
  6. Kecoa (semua jenis)
Spesifikasi Fumigasi terbagi 2 (dua) yaitu Space (Ruangan) dan Close Container. Bahan Fumigan yang digunakan yaitu Phostoxin (PH3) dan Methylbromida (CH3Br). Waktu yang diperlukan dalam Fumigasi selama 2 – 3 x 24 jam dikurangi waktu Persiapan kurang lebih 1 hari kerja. Dosis yang digunakan sebesar 16-24 gr/m3. Garansi pasca pekerjaan yaitu Re- Fumigasi ulang bila hama sample tidak mati.

Dengan Spesifikasi Fumigasi yang tersedia, sangat cocok dilakukan di dalam Property dan keperluan Industri pangan maupun non-pangan antara lain :
  1. Pergudangan pangan
  2. Pergudangan arsip
  3. Bahan pangan ekspor
  4. Bahan pangan impor
  5. Transportasi laut dan darat
  6. Pabrik standar HACCP. dll
Informasi uraian dan keterangan lebih lanjut akan kami berikan dalam momen Survey dan Presentasi